Kitab Sifat Shalat Nabi

Nabi melarang tiga perkara dalam sholat :
     1.      Mematuk seperti mematuknya ayam, maksudnya melakukan geraan sholat yang tidak tuma’ninah. Seperti apa sholat yang dikatakan tuma’ninah ? Dikatakan sholat tuma’ninah jika kita mampu membaca bacaan sholat minimal satu kali (sunnahnya 3x, wajibnya 1x) dan meletakkan tulang-tulang pada tempatnya.
     2.      Duduk Iq’a sifatnya :
-          Tidak dibolehkan menempelkan bokongnya di tanah & menegakkan betisnya
-          Dibolehkan jika duduk diantara 2 sujud menegakkan 2 telapak kaki lalu duduk diatas kedua tumit.
    3.      Al I’tifat, maksudnya menoleh seperti serigala atau menolehkan kepalanya ke kanan/kiri diikuti gerakan pundaknya.

Yang namanya sholat harus meminimalkan gerakan-gerakan yang tidak dibutuhkan. Sholat yang dituntunkan oleh Nabi adalah sholat lah engkau bagaikan itu adalah sholat perpisahan dengan dunia ini. Karena saat seseorang menempatkan itu sebagai shola perpisahan maka dia akan mengoptimalkan atau mensempurnakan sholatnya. Dan sholatlah pula seakan-akan Allah berada di hadapan kita. Orang yang menyempurnakan wudhu dan berangkat untuk Sholat dan sholatnya tuma’ninah maka Allah akan mengampuni dosa kecil orang itu.

Contoh dosa besar :
 - Perbuatan yang dilaknat Allah dan Rasulnya (seperti menggambar makhluk hidup)
 - Adanya lafadz ancaman neraka pada Al-Quran
 - Adanya ancaman tidak masuk surge (seperti mengadu domba)

Rasulullah gelisah mengenakan pakaian yang bertulisan dan bergambar. Hendaknya sholat pada tempat yang tidak adakn membuat sibuk atau mengganggu konsentrasinya. Tidak ada sholat atau tidak diperkenankan sholat ketika dihadirkan dihadapannya makanan dan ketika Manahan hajatnya (buang air besar/kecil terlebih dahulu). Namun jangan dijadikan sebagai kebiasaan

No comments:

Post a Comment