Mengenal Agama Islam dengan dalil-dalilnya

Topik dalam tulisan ini merupakan Tingkatan kedua pada Dasar yang kedua dari Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah. Dasar yang kedua dari Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah adalah Mengenal agama islam dengan dalil-dalilnya. Dan tingkatan kedua dari Dasar yang kedua ini adalah Iman.

Diterangkan di Surat Al-A’raf 7:54 : Sungguh, Tuhanmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam diatas ‘Arsy. Dia menutup malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah ! Segala penciptaan  dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.

Bersemayam diatas ‘Arsy ialah suatu sifat Allah yang wajib kita Imani, sesuai dengan keagungan Allah dan kesucian-Nya. Pengertian ‘Arsy jika diartikan dengan bahasa Arab memiliki beberapa makna yaitu Singgasana Raja, atap rumah, tiang dari sesuatu, kerajaan, dan bagian dari punggung kaki. Itulah sebagian makna ‘Arsy dalam bahasa Arab, akan tetapi makna-makna tersebut akan berubah-ubah sesuai dengan yang disandarinya. Sedangkan yang dimaksud ‘Arsy Allah adalah singgasana, sesuai dengan petunjuk yang telah ditunjukkan oleh nash-nash Al-Quran dan As-Sunnah.

Jika melihat yang diterangkan dalam Surat Al-A’raf ayat 54 bahwasannya semua perkara yang datangnya dari Allah dan Rasulnya maka wajib kita Imani. Perkara ini dalam Tauhid Rububiyyah bahwa mengesakan Allah dalam semua perbuatan-Nya, seperti menciptakan, mengatur dan sebagainya. Salah satu bentuk keimanan adalah menerimanya walaupun tidak tahu.

Tidak pantas seorang mukmin memintakan ampunan kepada Allah untuk orang yang telah meninggal dalam keadaan kafir.

Ayat secara bahasa berasal dari kata al a’lamah yang disebut sebagai tanda.

Kehendak Allah (Al-Iraadah) terbagi menjadi dua macam :
      1.      Iraadah Kauniyyah Qadariyyah (Sunnatullah)
Iraadah ini semakna degan masyii-ah (kehendak Allah), dan mengenai ibadah ini, tidak ada sesuatu pun yang keluar dari ruang lingkupnya.
      
      2.      Iraadah Syar;iyyah Diiniyyah (Syari’at)
Iraadah ini mencakup kecintaan Allah dan ridha-Nya

Berdoa adalah mengharapkan ridho dari Allah.
Takut pada setan akan mengurangi keimanan. Setan tidak akan menakuti orang, apalagi jika kita rajin beribadah.

Ihsan merupakan tingkatan ibadah tertinggi. Beribadah seolah-olah Allah melihat kamu. Beribadahlah seolah-olah kita melihat Allah atau pasti Allah melihat kita.

No comments:

Post a Comment