Cerita Transportasi Lombok ke Gunung Rinjani

Yapp, terimakasih sebelumnya sudah mau melanjutkan membaca cerita saya (baca juga cerita: Cerita Sebelum Liburan ke Lombok dan Bali), cerita di postingan ini adalah cerita dimana semua pengalaman mulai dari keberangkatan dari Jakarta sampai saya berada di Gate Pendakian Sembalun akan saya tuliskan dan ceritakan di postingan ini, semoga informasinya sangat berguna buat kamu yang sedang baca postingan saya ini.
Keindahan lukisan Allah SWT di Plawangan Sembalun, Rinjani
Begini, pertama-tama ini adalah postingan ke-2 saya tentang cerita pengalaman saya mendaki gunung yang saya tuliskan di blog saya ini, pertama ialah cerita saya saat pertama kali mendaki gunung yaitu gunung Ciremai saat saya masih SMA, dan terakhir yang sedang kamu baca adalah pengalaman pendakian terakhir sampai tulisan ini saya posting. Sekedar informasi saya sudah beberapa kali naik gunung. Mulai dari Ciremai, Manglayang, Papandayan, Cikuray, Gede, Semeru, Gede, Slamet dan terakhir Rinjani. Kalo ditanya hobi naik gunung? ya gak hobi-hobi banget sih, hanya senang saja bisa menghabiskan waktu berada di gunung, karena disana itu saya bisa berolah raga, menenangkan pikiran, mensyukuri ciptaan Allah SWT, menikmati lukisan Allah, dan terkadang membayangkan kehancuran Gunung-gunung seperti yang banyak ada di ayat-ayat Al-Quran jika kiamat datang maka gunung akan beterbangan dan hancur, hihihi serem ya :D.
Gambaran keadaan gunung pada Hari Kiamat

Oke lanjut saja, oh ia satu lagi, kenapa cerita pengalaman naik gunung saya tidak saya tulisakan semua ceritanya ke dalam blog saya ini ?  Pengennya sih semuanya saya masukkin, tapi semangat ngeblog saat-saat itu sedang tidak ada, jadi saya belum sempat mendokumentasikannya dalam bentuk cerita, padahal bagus juga tuh kalo ada semua di blog ini, setidaknya cerita pengalaman saya ini bisa berguna bagi orang yang membaca blog saya ini, ya mungkin lain waktu deh saya coba ceritakan kembali pengalaman-pengalaman naik gunung saya, tapi banyak yang lupa sih terutama di bagian transportasinya. Sekarang mumpunh masih inget saya coba ceritakan dan tuliskan pengalaman naik gunung rinjani, kenapa saya mau tuliskan cerita ini di blog saya, karena menurut saya ini sangat berkesan sekali, pendakian gunung paling berkesan menurut saya adalah pendakian menuju Puncak Gunung Rinjani. Okay let's go start the story:

Di PuloGadung saya bertemu rekan-rekan berlibur saya, ada 3 teman yang akan menemani saya untuk berlibur, pertama itu adalah Sulaeman Said Jessar (baca postingan sebelumnya biar tau siapa dia hehe :D), Lutfi dan Aryo, 2 nama terakhir adalah rekan kerja Sulaeman di FSCM (salah satu anak perusahaan Astra Otoparts) Dan berarti 4 orang yang akan mendaki ini semuanya bekerja dibawah Astra Otoparts, saya di Winteq divisinya Astra Otoparts, dan 3 teman saya di anak FSCM anak perusahaan astra otoparts. Sampai saya di pulo gadung jam 9 malam, kami kumpul di rumah aryo, packing dan beres-beres. Pesawat yang kami naiki adalah pesawat Lion Air pukul 5 pagi, jam 02.30 kami bangun dan prepare baru berangkat jam 03.00, sampailah jam 04.00 di Soekarno Hatta Airport, mepet banget udah dipanggil-panggil sama petugas checkin. Pada saat checkin dan menyimpan seluruh tas carrier kami di kabin pesawat, saya lihat tas saya paling enteng dengan berat total 9kg, ketiga teman saya rata-rata 11-12kg, karena memang saya tidak membawa perlengkapan tim, saya hanya membawa perlengkapan probadi saja. Terbanglah kami dan Alhamdulillah kami diberikan keselamatan. Sampai di Lombok pukul 07.50 WITA. Sesampainya di bandara Lombok, saya langsung menuju Culture dan Tourism Office di bandara untuk memperoleh Guidebook Lombok dan bertanya-tanya tentang transportasi menuju Basecamp Sembalun. 

Guidebook Wisata Lombok
Informasi yang saya dapatkan untuk menuju basecamp sebalun terdapat 2 cara dari Bandara Lombok ini. Oh ia sekedar informasi, pendakian Gunung Rinjani terdapat 2 Jalur, Jalur pertama via Sembalun dan Jalur kedua via Senaru, kami memutuskan untuk berangkat lewat Sembalun dan pulang lewat jalur Senaru. Oke lanjut, cara pertama menuju Senaru menggunakan Bus Damri dari Bandara sampai ke Aikmel seinget saya, dari Aikmel ke Semablun harus ngeteng lagi naik beberapakali angkot, alternatif kedua adalah sewa/carter mobil dengan driver/supirnya, langsung dari bandara menuju basecamp Sembalun. Awalnya kami sepakat untuk naik bus damri atau ngeteng lah bahasanya tujuannya agar lebih murah, kalo dihitung-hitung naik Damri itu 30-40ribu, angkot dll ya mungkin akan habis 20-30ribu jadi total 60-70ribu baru bisa sampe sembalun jika menggunakan alternatif ngeteng, plusnya lebih murah tapi minusnya akan capek karna akan naik turun angkutan umum. Alternatif kedua sewa/carter mobil, sesampainya kamu di bandara keluar dari bandara akan banyak calo-calo carter/sewa mobil dan taksi disana, harga yang mereka tawarkan awalnya adalah 700ribu, sekedar info perjalanan dari Bandara ke Sembalun berjarak 50-70kilo 2-3jam perjalanan. 700 ribu itulah alasan yang membuat kami memilih alternatif pertama, tapi kami masih belum yakin dengan alternatif pertama, akhirnya kami coba tawar menawar, kami pasang di harga 400ribu, calo-calo tetap bertahan di harga 500ribu, tiba-tiba ada seorang supir taksi yang ingin mengangkut kami ke sembalun dengan harga 350 ribu, jauh lebih murah bukan? hampir kami deal dengan supir taksi itu, ternyata membuat calo tadi gerah, dan dia mau menurunkannya menajdi 400ribu rupiah. Bingunglah kami akhirnya mau naik taksi 350ribu atau sewa mobil avanza 400ribu. infonya jalur menuju pendakian itu berkelok-kelok dan cukup menanjak, kami tidak yakin dengan taksi akan mampu melewati meda itu denga membawa beban 4 orang ditambah beban 4 carrier dengan berat total bisa 40kilo, akhirnya kami memutuskan untuk sewa mobil avanza dari bandara lombok menuju basecamp sembalun. mengapa saya katakan calo? saya kira yang menawarkan saat keluar dari bandara adalah supirnya langsung ternyata mereka calo, jadi lebih baik menurut saya kalo kamu mau ke basecamp sembalun dari Bandara Lombok sebaiknya langsung kontak Driver atau supir sewaan mobilnya (itu kalo kamu udah punya kontaknya), akan saya bagikan kontak driver itu, kebetulan yang punya kontaknya teman saya, nanti sya coba mintakan dan sya simpen disini, kalo kamu langsung kontak ke drivernya setidaknyanya drivernya akan memperoleh total dari uang yang kamu kasih.

Okey, kita langsung melanjutkan perjalanan menuju basecamp sembalun dari bandara lombok pada skitar pukul 09.00, di perjalanan kami ngobrol-ngobrol dengan drivernya dan bertanya-tanya soal kebudayaan lombok dll, pertanyaan yang tidak kalah penting adalah menanyakan tempat membeli logistik untuk naik gunung rinjani, rekomendasi dari drivernya adalah membeli logistik di Pasar Aikmel, perjalanan menuju sembalun akan melewati pasar itu, tetapi kami memutuskan membeli logistik di basecamp sembalun, karena kami dapet info juga di basecamp sembalun juga ada yang jual logistik. DI perjalanan kita mampir di salah satu resto dekat dengan pasar aikmel, nama restonya saya lupa yang pasti restonya islami banget, disana kami makan makanan khas lombok seperti plecing kangkung. sekedar info perjalanan dari bandara lombok ke basecamp sembalun agak sulit mencari resto-resto makanan khas lombok, kebanyakan kalo kamu mau wisata kuliner pergilah ke kota mataram nya. Kamis istirahat sejenak dan makan, setelah itu kembali melanjutkan perjalanan kami menuju basecamp sembalun.
Pemandangan Bukit-bukit Rinjani dari Basecamp Babadotan
Singkat cerita kami sampai di basecamp sembalun sekitar pukul 11.30an Wita, di basecamp Sembalun terdapat banyak pilihan basecamp sembalun, kamu bisa memilih basecamp yang kamu suka atau sebaiknya pertama-tama kamu sudah tentukan basecamp mana yang akan kamu tuju dan kamu sudah kontak orang basecampnya agar lebih enak dan bisa mereka siapkan kekurangan logistik atau tempat kamu beristirahat di basecamp. Saat itu saya datang ke basecamp Babadotan, jika kamu mau kesana kamu bisa kontak Mas Anto dengan no HP (082535525970, 081353323970, 081997631414), kontak saja yang Axis, karena disana signal Axis sangat kuat. Begitu kami sampai disana kami dijamu dan disambut dengan baik, mereka orang-orangnya sangat welcome banget. Kamis istirahat sejenak ngobrol-ngobrol tentang rinjani, membeli perlengkapab logistik, packing dan lain-lain. Di basecamp sembalun banyak warung-warung, namun isinya kurang komplit, ada beberapa list kebutuhakn pendakian yang tidak ada disana, jadi kesimpulannya saya rekomendasikan untuk membeli perlengkapan logistik di pasar aikmel ketimbang di basecamp sembalun, jika sifatnya hanya melengkapi sedikit mungkin bisa di basecamp sembalun, kalo membeli seluruh logistik sebaiknya membelinya di pasar aikmel. Selesai membeli perlengkapan logistik, ngopi-ngopi khas lombo, ngobrol dan tidak lupa mandi, akhirnya kami meninggalkan basecamp Babadotan dan bergerak menuju pos registrasi yang tidak jauh dari basecamp Babadotan Sembalun, kami melakukan registrasi pukul 4 sore, ternyata sudah tidak diperbolehkan registrasi pada jam itu, maksimal registrasi di jam 3 sore, tapi untungnya kami ke pos bersama kenalan dari basecamp babadotan, nego-nego akhirnya diperbolehkan (ini gatau emang seperti itu atau permainan aja hehehe). Kami registrasi dengan mebeli tiket RInjani, harga tiket Rinjani permalamnya adalah Rp 5.000 rupiah, sangat murah jika dibandingkan dengan semeru hehehe.
Tim Basecamp Babadota dengan kami
 Oke selesailah kami registrasi di pukul 17.00an, dan kami melanjutkan perjalanan menuju Pos Gate Pertama Pendakian Gunung Rinjani via sembalun, nah ada 2 alternatif untuk bisa ke Gate Pendakian Rinjani via Sembalun, pertama anda jalan kaki menuju ke Gate sana, bisa ditempuh sekitar 2-3jam perjalanan atau sewa mobil bak dengan biaya 250ribu dengan lama perjalanan 30menit -1 jam perjalanan. Medan perjalanan menuju gate sembalun sangatlah rusak parah tetapi mobil bak itu mampu melewati medan itu, siap-siap aja anda akan dibuat kaget dan, siapkan posisi terbaik saat perjalanan menuju gate, saya sarankan enak duduk di sebelah supir, kalo duduk di bak kerasa banget gak enaknya, tetapi seru sih hehehe. Oh ia kami dapet sewaan mobilbak dari basecamp Babadota, oran basecamp babadotan yang mencarikannya buat kami. Sampailah kami di Gate Sembalun Pendakian Gunung Rinjani mendekati jam 18.00. Dan kami mulai pendakian Gunung Rinjani dengan Doa dan Bismillah.


Oke, sekian dulu ya ceritanya, maaf tidak ada foto kami saat sampai di gate Sembalun, kami terlalu bersemangat sehingga lupa berfoto di Pintu selamat data Gate Sembalun Gunung Rinjani. Next postingan selanjutnya akan menceritakan cerita selama pendakian gunung rinjani. Terimakasih.

12 comments:

Zul Kifly said...

Di basecamp babadota klo nginap dulu apa bayar yah?

Ali Hasyim said...

tidak diminta gan, bagaimana kitanya saja

Lombok Cab said...

Infonya mantap bro. Buat tmen2 travelers yg blum punya kontak driver bsa kontak ane ya...

Unknown said...

Kontak driver pick up ada g bung

Gilang Ramadhan said...

Mas boleh minta kontak driver dari bandara?

Ali Hasyim said...

Bagi yang menginginkan kontak driver bisa email ke saya alihasyim92@gmail.com , sengaja tidak saya share disini karena privasi.

Lombok Cab said...
This comment has been removed by the author.
Xavier Ali said...

Ali...share dong nomor drivernya?

Dimas Maulana said...

Mas ali saya sudah mengirim email ke alamat mas,mohon dibalas ya..
Terima kasih

vickry riot said...

Gan di sana ada yg jual gas hicock ga..

Lombok Cab said...

bantu jawab ya, ada yg jual gan. tapi kalo lgi rame pndakian suka kehabisan. alternatif cari dalam perjalanan, ato nitip driver...aman 👍

Ali Hasyim said...

disekitar basecamp sbenernya ada yg jual perlengkapan untuk naik, tapi tidak sekomplit di pasar umum, beberapa ada yg tidak ada disana. sebaiknya melengkapi perlengkapan di pasar aikmel

Post a Comment